Bupati Indramayu Diduga Tutup Mata Atas Penyataan Salman Madura, Saat Aliansi Wong Dermayu Adakan Demo

Indramayu//globalpena.com – Beredar terhadap Pernyataan Seorang Asisten Pribadi Bupati Indramayu yang menggemparkan Masyarakat Luas khususnya warga Indramayu, Ratusan LSM dan Ormas yang tergabung dalam Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB) Indramayu mendatangi Kantor Pendopo Indramayu, Senin (19/1/2026).

Aksi tersebut digelar untuk menuntut klarifikasi atas pernyataan Staf Khusus (Stafsus) Bupati Indramayu, Salman, yang dinilai bernada rasis dan memicu keresahan di tengah masyarakat.

Sayangnya, massa menghadapi kekecewaan pasalnya pintu Pendopo yang merupakan rumah Masyarakat Indramayu sudah di tutup oleh sejumlah anggota kepolisian dan Pol PP Pemkab Indramayu , lantaran orang yang selama ini dicari (Salman) tidak di ketahui keberadaannya.

“Orang Indramayu tidak pengecut. Jika saudara Stafsus Bupati Indramayu, Salman jantan dan tidak pengecut, temui kami disini untuk mempertanggungjawabkan ucapannya yang bernada rasis,”kata salah satu orator demo, Wakil DPC BPPKB Kabupaten Indramayu, Beni Raharjo dengan suara lantang.

Pantauan dilapangan, sejak pagi, peserta aksi yang berasal dari berbagai unsur LSM, organisasi kemasyarakatan, aktivis, hingga masyarakat berkumpul di area Sport Center Indramayu. Kemudian massa bergerak ke kantor pendopo dengan longmarch lewat Jalan Jendral Sudirman. Massa langsung menuju kawasan lingkungan pendopo kabupaten Indramayu, yang selama ini menjadi tempat Bertugasnya, Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, massa menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab pejabat publik dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.

Koordinator Umum AWDB, Asmawi Day, menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi warga secara damai dan konstitusional. Menurutnya, klarifikasi terbuka diperlukan agar polemik yang berkembang tidak terus menimbulkan kegaduhan sosial.

Setelah rangkaian orasi, aparat kepolisian memfasilitasi pertemuan antara perwakilan massa dengan pihak pemerintah daerah. Sejumlah perwakilan AWDB dipersilakan masuk ke dalam pendopo untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.

Namun, audiensi tersebut dinilai belum sesuai harapan. Pasalnya, perwakilan massa tidak dapat berdialog langsung dengan Salman atau dengan pihak yang dinilai berwenang mengambil keputusan dalam hal ini Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Massa hanya ditemui Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso. Kondisi tersebut memicu kekecewaan sebagian peserta

Wakil DPC BPPKB Banten, Beni, menyatakan pihaknya belum puas dengan hasil pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa massa aksi menginginkan klarifikasi langsung dari Salman.

“Kami akan melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan kami tidak dipenuhi. Kami ingin berhadapan langsung dan mendapatkan kejelasan dari Salman yang kami nilai arogan dan tidak beradab,”tegas Beni.

Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Tomi Susanto, menegaskan bahwa aksi damai ini merupakan peringatan awal. Menurutnya, massa masih memberikan ruang dialog, namun berharap pemerintah daerah bersikap terbuka dan serius menanggapi tuntutan masyarakat.

“Kami datang dengan itikad baik dan cara yang damai. Tapi aspirasi ini harus dijawab secara jelas. Jika tidak ada kejelasan, tentu akan ada langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Tomi dan Andri Prayitna.

Tomi juga bersikeras, sesuai tuntutannya agar Salman angkat kaki dari Indramayu dan bila perlu diantar pulang ke Madura sebagai konsekwensi ucapannya yang dinilai rasis, tidak beretika dan tidak beradab tidak bisa menyesuaikan dengan kultur Indramayu.

Diketahui, aksi unjuk rasa ini diikuti sejumlah organisasi, di antaranya BPPKB, Penjara, Manggala, WN 88, Pemuda Pancasila, IMI, XTC, PASKAS, Kiansantang, GIBAS, dan Brigade 08.

Hingga berita ini diturunkan, Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman, belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan massa.

“Aspirasi dari rekan-rekan kami tampung dan selanjutnya disanpaikan ke pimpinan,”ucap Kasat Pol PP Indramayu,”Teguh Budiarso.

Redaksi terus membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait terutama Stafsus Bupati, Salman. Sayangnya hingga berita ditayangkan, Salman belum menjawab konfirmasi dari awak media ini. (AH)

  • Related Posts

    Erlebe den Nervenkitzel von Chicken Road: Ein Crash-Style-Spiel voller Geschick und Strategie

    Wenn du deine Reise mit Chicken Road beginnst, wirst du bald feststellen, dass dieses Spiel mehr ist als nur ein einfaches Crash-Style-Spiel mit Multiplikator. Es ist ein aufregendes Erlebnis, das…

    Spinfest Casino: A World of Endless Entertainment and Rewards

    For players seeking a thrilling experience, Spinfest Casino is a name that stands out in the online gaming community. This vibrant platform has been making waves with its impressive collection…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *